@ksgk.u ns | @ fmn.uns | @ fmn.solo Nasib sang Pahlawan yang tak ada Tanda Jasa Apakah ada Ketimpangan antara Guru Perempuan dengan L aki - laki? Front Mahasiswa Nasional UNS Kelompok Studi Gender & Keperempuanan UNS @ksgk.u ns | @ fmn.uns | @ fmn.solo Wajah Guru adalah Wajah Perempuan Di Indonesia, profesi guru didominasikan oleh perempuan. Per data 2 Maret 2026 yang dirilis oleh data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendi kdasmen , 68% guru Indonesia adalah perempua n , sedangkan 32% ter bentuk dari laki - laki B ahkan di jenjang pendidikan tertentu, seperti di jenjang pendidikan PAUD , angka ini bisa sampai 98 % 1 Image 1. Persentase Guru Perempuan dan Laki - laki 1 https://data.goodstats.id/statistic/71 - guru - di - indonesia - adalah - perempuan - 3KZCK 68% 32% Guru Perempuan dan Laki Total Guru Perempuan Total Guru Laki @ksgk.u ns | @ fmn.uns | @ fmn.solo Ketimpangan Status ASN Dalam konteks status pekerjaan, terutama dalam status ASN dengan Non - ASN , perempuan pun tetap mengalami ketimpangan. Dimana guru perempuan yang berstatus N on ASN melingkupi 55% , sed angkan laki - laki 51% Gambar 2. Guru Perempuan dan Laki ASN 0 1.000.000 2.000.000 Total Laki Non-ASN Total Perempuan Non-ASN Perempuan vs Laki ASN @ksgk.u ns | @ fmn.uns | @ fmn.solo Atau dengan kata lain, guru perempuan yang berstatus Non ASN melingkupi 55% se dang kan laki - laki hanya 51% Gamb ar 3. Guru Perempuan dan Laki Non ASN Data ini menun jukkan bahwa ketimpangan status ASN merupakan sebua h hal yang belum s epenuhnya dapat dihancurkan, bahwa guru perempuan secara objektif pengakuan sta tus menempati tingkatan yang lebih rendah dibanding guru lelaki. Hal ini dip engaruhi oleh banyak faktor, sepe rti bagaima na untuk guru perempuan keseringan kali dilihat sebagai “ kerja sampingan ” atau “ pengabdian ” yang membuat 0 1.000.000 2.000.000 Total Laki Non-ASN Total Perempuan Non-ASN Perempuan vs Laki Non ASN @ksgk.u ns | @ fmn.uns | @ fmn.solo pengangkatan status ASN kepada guru perempuan dilihat sebela h mata. Kerja S ama, tapi Gaji Beda Permasalahan status A S N bukan hanya permasalahan pamor status , tetapi berdampak langsung kepada kesejahteraan para guru ya ng harus hidup dengan gaji honorer yang seringkali tidak mencukupi untuk kebutuhan hidupnya , apalagi hidup keluarganya. Gaji honorer tergantung kepada tunjangan pendidikan yang ia lakukan gaji poko k guru honorer yang paling renda h berada di jenjan g SD/MI/MTs/MA , dengan gaji dari Rp. 300.000 hingga Rp. 1.500.000 per bulan . D an tertinggi pada jenjang SMA/SMK yang berada di kisaran Rp.800.000 hingga Rp.2 .500 .000 T etapi r ealita di lapangan telah membuktikan bahwa banyak sekal i guru honorer ma sih digaji di bawah standar , ini dik arenakan se bagai guru honorer, gaji mereka bergantun g kepada kemampuan keuangan sekolah, yayasan , atau anggaran daerah (AP BD) Sebagai contoh, jika seorang guru digaji Rp.500 .000 dan bekerja 100 - 120 jam per bulan, maka pendapatnya per jam han ya berkisar Rp.4.000 – Rp. 5 .000 . Angka ini sangat kontras @ksgk.u ns | @ fmn.uns | @ fmn.solo denga n Upah Min imum Regional (UMR) 2025 yang berkisar antara Rp.15.000 hingga Rp.3 0.000 per jam. Dal am survei Dompe t Dhuafa dan Institute for Demographi c a nd Poverty Studies (IDEAS) menyebutkan 74,3% peng ajar honorer masih digaji diba wah Rp2.000.000 per bulan Bahkan masih sekitar 20,5 % hanya menerima Rp .500.000 per bulan Gambar 4. Propo rsi Guru Hon orer Indonesia Berdasarkan Gaji @ksgk.u ns | @ fmn.uns | @ fmn.solo Ini membuktikkan bahwa status ASN bukan hanya sebagai permasalahan pamor sosial dangkal , tetapi berdampak langsung kepada gaji yang dapat diperoleh oleh guru , apalagi disaat kita mengingat bahwa guru perempuan d ibanding laki - laki secara statist ik lebih sedikit untuk mendapat status itu sendiri. Sekolah Kerja, Rumah juga Kerja Guru perempuan juga tidak terlepas dari problematika kerja ganda . Seperti umu mnya kaum perempuan di semua sektor pekerjaan, mereka tertindas oleh peran ganda yang mengharuskan mereka melakukan kerja produksi dan kerja domestik , dimana di kedua sektor tersebut , mereka tetap saja tidak diberi hak dan martabat yang layaknya di berikan. B ahkan bukan saja kerja domestik yang harus dibebankan kepada guru perempuan , karena kecilnya gaji dan tunjangan yan g didapat dari pekerja annya sebagai gur u honorer, keseringan ka li guru honorer pun harus melakukan kerja produk si sampingan untuk mencukupi ke bu tuhan nya dan keluarganya @ksgk.u ns | @ fmn.uns | @ fmn.solo A p a yang H arus Dilakukan Dalam r angka momentum International Working W o men ’ s Day atau Hari Pekerja Perempuan Sedunia, kami menilai ketimpangan gaji yang dialami oleh para guru perempuan sebagai pelanggaran hak konstitutional Sebuah negara republik , yang didalam Undang - Undang Dasar 1945 menegaskan peran dan tanggun g wajab negara sebagai peran utama dalam pencerdas bangsa , kond isi gu ru, terutama guru perempuan, untuk kami menjadi refleksi dari prio ritas negara yang lebih mementingkan proyek - proyek strategis nasio nal yang hanya akan memperkaya mereka yang berkuasa Maka dari itu, kami dari Front Mahasiswa UNS, Solo, dan Kelompok Studi Gender dan Keperempuanan berseru u n tu k : HANCURKAN STATUS GURU HONORER ! UPA H YANG SEPADAN U NTUK KERJA YANG S EPADAN !