๐๐ฎ๐๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง ๐๐ง๐ญ๐๐ซ๐ ๐๐๐ค๐ฒ๐๐ญ ๐๐๐ง ๐๐๐ง๐ญ๐๐ซ๐ ๐ฌ๐๐๐๐ง๐๐ซ๐ง๐ฒ๐ ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐๐ข๐ฌ๐ ๐๐ข๐ฉ๐ข๐ฌ๐๐ก๐ค๐๐ง Di masa awal kemerdekaan, tentara lahir bukan dari perintah kolonial, melainkan dari rakyat itu sendiri. Cikal bakalnya adalah laskar - laskar perjuangan rakyat semesta seperti Hizbullah, PETA, dan BKR. Doktrin perang rakyat semesta menyimpulkan bahwa tentara tidak bisa menang tanpa rakyat, dan rakyat tidak bisa merdeka tanpa tentara. Hubungan keduanya tidak dipandang secara sistem hierarki melainkan simbiotik. Tentara bertempur di medan perang, sementara rakyat mendukung logistik, senjata, serta persembunyian bagi mereka. Dan di balik itu juga ada rakyat yang menggali informasi dari Belanda sebagai "mata - mata" bagi tentara rakyat saat itu. Puncaknya pada Battle of Surabaya 10 November 1945 gabungan rakyat, laskar, pemuda, dan TKR menghadapi serangan dari tentara Inggris dengan tanpa persenjataan yang memadai. Hanya bambu runcing, pistol rampasan, meriam tua, dan semangat yang luar biasa. Tetapi hubungan itu sekarang sudah lenggang. Transformasi tentara rakyat menjadi TNI mengubah wajah militer di Indonesia. Sentralisasi ini banyak ditolak oleh para laskar, kendati demikian TNI tetap terbentuk dan terus berkembang hingga lahirnya dwifungsi militer. Di era Soeharto, TNI (saat itu ABRI) menjadi tulang punggung negara melalui doktrin Dwifungsi ABRI. Peran militer dan sosial - politik secara bersamaan. Ribuan perwira aktif menduduki jabatan sipil dari bupat, gubernur hingga jabatan di pemerintahan pusat ba hkan mentri. Dan meskipun dwifungsi sudah dihapuskan secara formal pada era reformasi, ia masih bisa terlihat di sudut - sudut jabatan di lingkungan pemerintah pusat hingga setingkat daerah namun tidak semasif orde baru, bagaikan tanaman yang hanya dipangkas cabangnya ta pi tidak dicabut. Sejarah menjadi cermin bagaimana TNI sekarang tidak lagi disimbolkan sebagai arti filosofis bagi tentara rakyat semesta. Dan sekarang rakyat masih terus mengingat trauma masa lalu yang menyisakan krisis kepercayaan terhadap aparat negara.