Page 1 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 Plastik dan Sampah : Pantauan bulan April 2023 Oleh: Riza V. Tjahjad i Silahkan cari juga di https:// Pdfhost.io laporan yang sama sejak April lalu Plastic Pollution , pengenfdaliannya telah masuk ke dalam lingkar diskusi di WTO, Badan Perdagangan Dunia selewat medio April yl Berita tentang nge g osiasi tentang Plastics Treaty sudah muncul dengan cukup Panjang informasinya pada bulan April yl. Pemerin tah hendaknya me ng usul k an agar Ret urn to Eart h atau kongkritnya plasti k ramah lingkungan diusulkan ke dalam naskah Plastics Treaty . Return to earth itu termasuk kateg ori SDG goal 12: Sustainable consumption and production Terbuka peluang p artisipasi publik untuk turut mengendalikan sampah plastik di laut, sebagai satu program, bukan cuma aksi - aksi sesekali Yaitu ala clean up , Produk air minum galon yang menggunakan kemasan bebas senyawa kimia Bisfenol A (BPA) kian mendapat tempat di hati masyarakat tetapi persaingan dagang bakal semakin ketat? Perjuangan Mencapai Konsensus Plastik Global Kamis, 30 Maret 2023 19:25 WIB INFO NASIONAL - Dunia sedang berjalan menuju pada kesepakatan bersama dalam menanggulangi polusi plastik. Skenarionya, konsensus tersebut akan dicapai pada 2025 sehingga mempermudah langkah menuju dekarbonisasi. Page 2 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 “Kita tidak dapat memenuhi komitmen dekarbonisasi global atau nasional tanpa mengatasi tantangan pada permasalahan plastik,” ujar Head of Strategy, Growth and Partnerships, Global Plastic Action Partnership (GPAP) Roisin Greene kepada Tempo , Senin, 20 Februari 2023. Baca Juga: BRI Group Tawarkan Asuransi untuk Pemudik Menurut Roisin Greene, permasalahan plastik bukan sekadar limbah yang mencemari daratan dan lautan. Namun, terma suk penanganan terhadap siklus hidupnya dimulai dari hulu atau industrinya. Ia menyebut hal tersebut telah menyumbang sekitar 7 persen dari emisi gas rumah kaca, bahkan berpotensi meningkat hingga 20 persen pada 2050. “Sejumlah penelitian juga menemukan ba hwa sekitar 11 juta metrik ton sampah plastik mengotori laut pada 2016, dan akan bertambah tiga kali lipat pada 2040 jika kita tidak melakukan aksi apa pun.” Berpijak pada kesadaran tersebut, sebanyak 175 negara berkumpul pada Maret 2022 di Nairobi, Kenya, mendukung resolusi untuk menangani polusi plastik yang digagas Majelis Lingkungan Hidup PBB (UNEA - 5.2). Resolusi tersebut menjadi batu loncatan awal menuju kesepakatan yang mengikat secara hukum pada 2025. Baca Juga: BNI Pastikan Transaksi TapCash Aman Selama Lebaran Kesepakatan itu disebut International Legally Binding Instrument (ILBI) atau Instrumen yang Mengikat secar a Hukum Internasional. Sejumlah Page 3 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 kalangan dan media menyebutnya Global Plastic Treaty (GPT) atau Traktat Plastik Global. Guna mencapai ILBI ataupun GPT pada 2025, harus ada berbagai rumusan yang disepakati. Maka, dibentuklah Intergovernmental Negotiating Committee (INC) atau Komite Negosiasi antar - Pemerintah yang terdiri dari negara - negara anggota dan stakeholder terkait. Komite ini menggelar pertemuan secara berkala, mulai dari INC - 1 hingga INC - 5. INC - 1 berlangsung di Uruguay pada akhir November 2022 silam. Sedangkan INC - 2 dijadwalkan pada Mei 2023 di Paris. Adapun INC - 3 akan berlangsung di Kenya pada November 2023, dilanjutkan INC - 4 pada awal April 2024 di Kanada, dan terakhir INC - 5 pada November 2024 di Korea. “Nanti saat IN C - 5 di akhir 2024 akan menyelesaikan proses negosiasi di ILBI. Lalu di 2025 akan ada Diplomatic Conference of Plenipotentiaries. Acara inilah yang rencananya akan mengesahkan International Legally Binding Instrument ,” kata Danny Rahdiansyah selaku Koordina tor Fungsi Multilateral pada KBRI Nairobi. Peran Aktif Indonesia Sebagai salah satu pendukung resolusi pada 2022, Indonesia sangat aktif terlibat dalam seluruh proses menuju ILBI atau GPT ini. “Kita aktif dalam proses negosiasi dan terlibat dalam dialogue GPT yang diselenggarakan oleh National Plastic Action Partnership (NPAP) sebelum dan sesudah pengesahan resolusi. Kita juga terlibat dalam webinar dan diskusi yang diadakan World Economic Forum (GPAP) Page 4 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 sebelum penyelenggaraan INC - 1 di Uruguay,” tut ur Danny Rahdiansyah. Danny pula yang hadir secara langsung sebagai perwakilan Indonesia saat INC - 1 di Uruguay. Berkat peran aktif tersebut, Indonesia diundang untuk berbicara dalam sesi stakeholder dialogue pada INC - 1. Adapun usulan pokok yang disampaikan Indonesia pada pertemuan tersebut terkait perumusan konsep dasar, definisi, serta pemahaman yang sama. “Supaya ke depan, saat negosiasi kita tahu apa yang diomongin,” ucapnya. Sedangkan pada INC - 2 bulan Mei mendatang, Danny melanjutkan, terdapat dua isu y ang dibahas yakni substansi dan sarana implementasi. Selaku negara berkembang, Indonesia memberikan penekanan khusus pada isu kedua. Isu ini penting karena Indonesia memboyong sejumlah prinsip yang diusulkan selama pertemuan. Pertama, diharapkan ILBI atau GPT dapat menciptakan suatu level - playing field atau kesetaraan dalam mengimplementasikan hukum global mengikat tentang polusi plastik. Sebagaimana diketahui, setiap negara memiliki kapasitas dan kapabilitas yang berbeda. Negara maju lazimnya ditopang oleh teknologi dan finansial yang kuat, sedangkan negara berkembang bahkan negara dunia ketiga belum berada pada level tersebut. Diperlukan kesepakatan agar semua negara berada pada arena yang sama sehingga target pencapaian penanggulangan polusi plastik dapat serempak. Guna mencapai arena yang sama itu, prinsip no one left behind patut diterapkan. “Nah, no one left behind ini bisa dicapai kalau kita bisa sepakat level playing field - nya. Negara yang berkecepatan rendah harus dapat bantuan capacity building dan investasi dari negara maju, negara donor, lembaga donor, dan lainnya,” ucap Danny. Prinsip berikutnya, Indonesia mendorong common but differentiated responsibilities . Artinya, negara maju harus berkontribusi lebih aktif karena banyak negara berkembang bera da pada posisi hari ini sebagai warisan dari era kolonialisme. Page 5 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 Sedangkan prinsip ketiga yakni bottom up process , yaitu dimulai pada setiap negara melalui National Action Plan (NAP)_ dengan memperhatikan kebiasaan lokal yang sudah dijalankan. “Lalu prinsip keempat, kita ingin negara - negara berkembang diberi kesempatan berkontribusi lebih luas. Kita juga ingin mendorong kerja sama negara berkembang, south - south cooperation ,” kata Danny. Kiri: Koordinator Fungsi Multilateral pada KBRI Nairobi, Danny Rahdiansyah. Kanan: Kirana Agustina, Manager for Ocean and Plastic Waste World Resources Institute (WRI) Indonesia Saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berperan sebagai National Focal Point pertemuan INC yang memfasilitasi berbagai pertemuan pembahasan terkait persiapan menuju Global Plastic Treaty (GPT) 2024 dan mempersiapkan diri untuk terlibat aktif dalam Pertemuan INC - 2 di Paris. PEMRI telah meyampaikan written submission sebagai posisi awal Indonesia dalam aspek substansi teknis dan lega l pada forum negosiasi INC - 2. Indonesian Written Submission ini merupakan hasil koordinasi dengan kementerian, lembaga dan masyarakat terkait yang posisi PEMRI, baik dari aspek substansi teknis maupun aspek legal dalam proses negosiasi di forum INC. Indone sia mendukung penuh resolusi UNEA 5/14 “To End Plastic Pollution” yang bertujuan untuk menjaga lingkungan laut, kesehatan manusia, dampak bahaya sampah plastik terhadap lingkungan, dan menjaga bumi Indonesia yang tetap sehat untuk kelestarian kehidupan ge nerasi mendatang. Page 6 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 Indonesia telah memiliki PermenLHK Nomor 75 tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen yang terbit lebih awal dari Pertemuan UNEA 5.2 ini, namun selaras dengan materi UNEA Resolution 5/14 yang mengatur full lifecycle p lastic mulai dari desain, produksi, distribusi, konsumsi, paska konsumsi dan guna ulang serta daur ulang paska - konsumsi. Demikian pula dengan substansi tentang penerapan circular economy dalam mengakhiri polusi plastik melalui sustainable design of product and material , reuse, remanufacture atau recycle untuk menjaga produk atau material dapat dimanfaatkan terus - menerus ( circular ) selama mungkin agar menghemat sumber daya dan mencegah dan mengurangi polusi plastik akibat sampah plastik. Peraturan Menteri in i merupakan turunan mandat dari UU nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mengatur kewajiban Produsen untuk mengelola kemasan dan barang yang diproduksinya. Kirana Agustina, Manager for Ocean and Plastic Waste World Resources Institute (WRI) I ndonesia yang juga mewakili NPAP Indonesia, menjelaskan tentang bottom up process . Bahwa, dari hasil kajian NPAP Indonesia selama 1 tahun sejak hadir di negara ini pada 2019, ditemukan hanya 39 persen sampah plastik yang dibuang/dikelola dengan tepat, sisa nya sebesar 61 persen mencemari lautan dan daratan. “Nah, dari 39 persen tersebut, ternyata ada 7 persen peran pemulung sebagai sektor informal. Makanya NPAP Indonesia turut menyuarakan pentingnya hal ini untuk GPT, bahwa di negara berkembang dan emerging seperti Indonesia, Asean dan negara pasifik terdapat peran informal waste collector . Harapannya GPT bisa mengakomodir keberadaan local context tersebut, bisa bottom - up , melihat kondisi setiap negara termasuk kaum marginal,” tutur Kirana. Sedangkan terkait upaya Indonesia mendorong south - south cooperation (kerja sama negara - negara di belahan bumi selatan), Kirana melanjutkan, karena mayoritas sampah plastik di laut berada di kawasan tersebut, kendati muasal sampah itu berasal dari wilayah/negara lain. Page 7 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 Selain NPAP Indonesia, NPAP ada di sejumlah negara lainnya. NPAP adalah turunan dari GPAP, sebuah inisiatif dari sejumlah pihak yang dipimpin oleh World Economic Forum. Karena itu, NPAP juga mendorong south - south cooperation agar diterapkan dalam hasil ILBI/GPT. Upaya di Negeri Sendiri Menurut Kirana, langkah NPAP Indonesia di dalam negeri dalam mengimplentasikan bottom up process dengan mengumpulkan seluruh aktor mulai dari pemerintah, akademisi, inovator, hingga pihak swasta. NPAP sekaligus menjadi mitra pemeri ntah untuk memastikan upaya Indonesia mengatasi sampah plastik, terutama di laut, dapat berjalan sesuai target yakni 70 persen pada 2025. Target tersebut sesuai Peraturan Presiden 83/2018 tentang Penanganan Sampah Laut yang kemudian menetapkan 16 kementeri an menjalankan percepatan penanganan sampah. Polusi plastic me ncemari lautan Setelah NPAP Indonesia dibentuk pada 2019 dan menjalankan laporan mendalam Rencana Aksi Multipemangku Kepentingan dalam mengurangi polusi plastik secara radikal di Indonesia selama setahun, diperoleh hasil bahwa langkah mencapai targe t nasional harus dilakukan dengan 5 cara yakni reduce, subtitute, Page 8 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 collect, dispose, dan recycle. Demi kesuksesan lima cara itu, dibentuklah Task Forces atau Gugus Tugas di sektor Keuangan ( Financing ), Kebijakan ( Policy ), Perubahan Perilaku ( Behavioural Change ), Inovasi ( Innovation ), dan Metrik ( Metrics ). Lima Gugus Tugas ini sejatinya menjalankan roadmap (peta jalan) pengelolaan polusi plastik di Indonesia, dan menjadi satu kekuatan yang saling terkait. Contoh, Gugus Tugas Keuangan bertugas d alam memetakan upaya pendanaan untuk pengelolaan polusi plastik. Bersisian, Gugus Tugas Perubahan Perilaku menjalankan fungsi untuk mengedukasi masyarakat lebih bijak memperlakukan plastik, dan Gugus Tugas Inovasi menghasilkan produk temuan yang dapat mens ubstitusi bahan plastik maupun pengelolaan dan penumpulan sampah. Sementara itu, Gugus Tugas Kebijakan untuk menelisik perlukah pembuatan regulasi baru dalam penanganan polusi plastik, atau justru peraturan yang sudah ada dapat dioptimalkan lagi implementa sinya. “Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebenarnya punya Peraturan Menteri Nomor 75 Tahun 2019 yang mengatur tentang pengurangan sampah oleh produsen, dan ini sudah cukup komprehensif,” ucap Kirana. Dalam Permen 75/2019 tersebut sudah dia tur peta jalan hingga 2030. Pihak swasta atau industri harus mulai melaksanakan tata kelola siklus hidup plastik, penanganan limbahnya, atau substitusi bahan plastik tersebut. Hal ini faktanya sejalan dengan pembahasan di INC. “Standarisasi bahan plastik, bahan kimia di dalamnya, akan diregistrasi semua. Itu juga yang akan dibahas di INC,” kata Kirana. (* Limbah Plastik Ekonomi Sirkular Plastik info tempo https://nasional.tempo.co/read/1709117/perjuangan - mencapai - konsensus - plastik - global Page 9 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 Jadi Tren, Penjualan Galon 'BPA Free ' terus Bertumbuh Jumat, 31 Maret 2023 14:00 WIB INFO NASIONAL – Produk air minum galon yang menggunakan kemasan bebas senyawa kimia Bisfenol A (BPA) kian mendapat tempat di hati masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaran konsumen serta inovasi produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dalam menghad irkan galon dalam beragam ukuran dan desain yang memikat serta aman untuk kesehatan dan lingkungan. "Kami mencatat ada peningkatan minat konsumen pada produk galon yang bebas BPA dalam beberapa tahun terakhir," kata Sekjen Asosiasi Produsen Air Minum Kemas an Nasional (ASPARMINAS) dan juga Direktur Operasional PT Sariguna Primatirta Tbk, Nio Eko Susilo, Rabu, 28 Maret 2023. Eko bilang brand utama perusahaan, Cleo, termasuk yang awal memperkenalkan kemasan galon dari plastik PET, jenis plastik kualitas tinggi yang pembuatannya tidak menggunakan BPA (BPA Free). "Kemasan galon Cleo sama dengan kemasan air mineral botolan bermerek yang beredar di pasar, yang semuanya terbuat dari plastik PET yang bebas BPA," katanya. "Keamanan dan mutu produk kami sama di semua s egmen, baik itu air botolan maupun galon." Menurut Eko, kemasan galon Cleo memang terlihat lebih menonjol dari kemasan galon bermerek lainnya, yang umumnya masih menggunakan kemasan polikarbonat, jenis plastik keras yang pembuatannya menggunakan BPA. Page 10 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 Sejum lah riset mutakhir menunjukkan keberadaan BPA pada galon polikarbonat menghadirkan risiko kesehatan yang laten lantaran senyawa kimia tersebut rawan luruh dan terminum. Dalam kadar tertentu, BPA berpotensi bisa memicu sejumlah penyakit serius, termasuk gan gguan hormonal dan kesuburan pada wanita serta gangguan tumbuh kembang anak. Selain Cleo, pasar produk galon BPA Free juga diramaikan dengan produk serupa dari brand Le Minerale dan Amidis. Eko memprediksi persaingan di pasar galon 'BPA Free' akan semakin sengit. Ini seiring kehadiran produsen lain yang tak ingin ketinggalan dalam menghadirkan produk 'baby galon', galon ukuran mini dengan desain menarik dan kemasan yang bebas BPA. Di sejumlah kota, utamanya Jakarta, sejumlah brand lokal, termasuk Amidis dan Chrystaline, membanjiri pasar dengan galon mini ukuran 5 liter dan 6 liter. "Galon mini adalah produk untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan air galon yang pas untuk acara atau kegiatan tertentu di luar rumah," kata Eko. "Dari sisi lingkungan, galon dalam beragam volume ini juga lebih ramah lingkungan karena plastik PET lebih mudah didaur ulang dan bernilai ekonomis tinggi." Sebenarnya, Danone Aqua juga telah mengeluarkan galon guna ulang dengan kemasan bebas BPA. Namun, peredarannya masih sang at terbatas di wilayah Bali dan Manado dan tetap dalam ukuran 19 liter. Eko juga mencatat ada trend peningkatan kepedulian kaum ibu terhadap kemasan galon BPA Free. "Kami banyak menerima pertanyaan dari kalangan Ibu terkait keamanan dan mutu galon Cleo," k atanya. "Ini mungkin karena BPA kerap dikaitkan dengan risiko kesehatan yang mungkin terjadi pada anak - anak, seperti gangguan hormonal dan masalah perkembangan." Dalam rangka memastikan keamanan konsumen, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyiapkan regulasi pelabelan risiko BPA pada galon polikarbonat. Dengan regulasi pelabelan tersebut, pemerintah berharap masyarakat kelak semakin teredukasi dalam memilih kemasan galon. Draft regulasi pelabelan BPA tersebut masih menunggu pengesahan final dari pemerintah.(*) Page 11 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 AMDK Galon Isi Ulang info tempo BPA Kandungan BPA Cleo Danone le minerale https://nasional.tempo.co/read/1709458/jadi - tren - penjualan - galon - bpa - free - terus - bertumbuh 01 APRIL 2023 DIBACA 182 KALI Pentingnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Pengelolaan Sampah Melalui TPS Cibogo Kuningan, UPMKNews -- Sampah pada dasarnya merupakan material sisa hasil aktivitas mahluk hidup maupun proses alam yang terbuang. Material sisa ini berasal dari manusia, hewan ataupun tumbuhan, yang sudah tidak terpakai. Namun saat ini kebanyakan sampah yang ada, berasal dari sisa produksi rumah tangga maupun produksi industri. Permasalahan sampah saat ini merupakan salah satu masalah umum yang belum teratasi secara menyeluruh. Permasalahan sampah akan memberikan dampak buruk bagi lingku ngan dan bahkan dapat menimbulkan bahaya pada kesehatan mahluk hidup, apabila tidak diurus dengan baik. Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah merupakan salah satu penyebabnya, masih banyak masyarakat yang masih sering memb uang sampah sembarangan, berbagai alasan yang dilontarkan oleh masyarakat, seperti tidak adanya tempat khusus yang disediakan oleh pihak yang berwenang, dan bahkan ketidakpedulian masyarakat terhadap rasa malas untuk membuang sampah pada tempatnya. Page 12 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 Permas alahan sampah ini pun sering disalahkan oleh pihak pemerintah karena tidak dapat mengatasinya secara cepat. Namun, masyarakat sendiri yang tidak menyadarinya bahwa permasalahan sampah ini tidak harus ditangani oleh pemerintah saja tetapi perlu juga partisi pasi dan kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pemeliharaan lingkungan agar tidak terjadi permasalahan sampah. Dalam mengatasi permasalahan sampah, pemerintah saat ini berusaha agar dapart memberikan solusi yang tepat. Namun juga, berusaha un tuk merubah pandangan masyarakat yang menganggap bahwa sampah ini sebagai barang sisa yang tidak berguna lagi, menjadi sampah yang ada bisa bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian, sehingga terbentuklah masyarakat untuk hidup bersih dan sehat dengan meminimalisir jumlah sampah yang ada. Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah Berdasarkan Pasal 1 Nomor 6. Dengan adanya peraturan tersebut maka setiap daerah diw ajibkan memiliki Bank Sampah, TPS atau TPA untuk mengatasi persoalan sampah yang terjadi disetiap daerahnya. Untuk pembuatan TPS (Tempat Penampungan Sementara), sampah sebaiknya dibuat setiap desa agar dapat mempermudah pengelolaannya sebelum diangkut ke T PA (Tempat Pemprosesan Akhir). Salah satu TPS yang berada di Kabupaten Kuningan tepatnya di Desa Kadugede yaitu TPS Cibogo terletak di Dusun Kliwon, Blok Cibogo RT.11/Rw.03. TPS ini dibuat untuk memfasilitasi 2 dusun yaitu Dusun Kliwon dan Puhun, agar memi liki tempat khusus untuk membuang sampah dan solusi untuk mengatasi permasalahan sampah yang terjadi. Melihat permasalahan sampah yang terjadi, seperti masyarakat yang membuang sampah sembarangan, kesungai, dijalan, dan membakar sampah. Kurangnya kepedulia n masyarakat terhadap permasalahan sampah dan tidak adanya perhatian pemerintah sehingga semakin memburuk permasalahan sampah yang terjadi. Para Pemuda Dusun Cibogo pun berinisiatif untuk mengadakan pembangunan TPS sampah dan mengusulkan pendirian TPS ini pada pihak desa setempat sehingga dibangunlah TPS Cibogo ini. TPS Cibogo beroperasi dari tahun 2018 sampai dengan sekarang, fasilitas yang diberikan oleh pemerintah desa untuk TPS Cibogo ini yaitu berupa tempat/lahan seluas 140 m, beserta bangunannya, kend araan motor untuk mengangkut sampah dari pemukiman warga dan kelengkapan perlatan dalam kerja lainnya seperti sepatu but, sarung tangan dan masker. Namun saat ini TPS Cibogo mengalami kendala dalam pengelolaannya, karena kurangnya dukungan desa maupun masy arakat setempat ditambah dengan pekerja yang semakin berkurang sehingga menyulitkan pengelolaan tersebut. Saat ini hanya terdapat 1 orang pekerja yaitu Bapak Ahmadi sebagai pekerja sekaligus penanggung jawab TPS Cibogo saat ini. Beliaulah yang mengelola sa mpah mulai dari mengangkut sampah dari pemukiman warga lalu memilah sampah yang layak untuk dijual sampai dengan penjualan tersebut kepada pengepul. Semua pekerjaan yang ada di TPS Cibogo beliaulah yang mengerjakannya sendiri, karena merasa tidak ada lagi pekerja Page 13 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 lain, dan rasa kepedulian pak Ahmadi terhadap permasalahan sampah yang begitu besar yang membuat pak Ahmadi ikhlas dan menurutnya menjadi nilai ibadah bagi dirinya. Jenis sampah yang dibuang ke TPS ini bermacam - macam mulai dari sampah organik dan a norganik. Kemudian, sampah tersebut akan dipilah kembali dan dipisahkan, mana yang layak untuk dijual. Sampah yang telah dipilah tidak akan langsung dijual tetapi akan dikumpulkan terlebih dahulu ditempat penyimpanan (gudang). Penjualan sampah yang sudah dipilah biasanya dijual setiap perminggu. Untuk sampah sisa yang tidak bisa dijual akan dibakar di TPS tersebut agar tidak berceceran, menumpuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap yang bisa menganggu masyarakat setempat. Alasan kenapa sampah sisanya tida k dibawa ke TPA karena, tidak ada pihak TPA yang mengambil. Sumber: Aisyah Paradila, Mela Krisdayanti, Melly Lailatul Munawwaroh, Ratna, Rizqa Askarimah. Mahasiswa Aktif PGSD Semester 6A STKIP Muhammadiyah Kuningan. http://news.upmk.ac.id/home/post/pentingnya.kesadaran.masyarakat.terha dap.pengelolaan.sampah.melalui.tps.cibogo.html Butuh K erja Sama Antardaerah Tangani Sampah Pesisir Sabtu, 01 April 2023 13:03 BUTUH SINERGISITAS: Tumpukan sampah di kawasan pantai eks Hotel Le Grandeur dibersihkan petugas DLH Balikpapan. Dalam kasus serupa, pemkot bisa meminta dukungan dana ke pemprov karena pesisir kewenangan provinsi. BALIKPAPAN – Pemprov Kaltim mengajak antara kabupaten/kota bersama mengelola sampah pesisir. Meski kewenangan sampah pesisir berada di Page 14 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 provinsi, kenyataannya wilayah perairan di sekitar kabupaten/kota. Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, perlu rapat kerja sama kabupaten/kota untuk membahas persoalan teknisnya. "Jangan sampai antara satu dan lain lepas tanggung jawab," ucapnya. Menurut dia, jika daerah membutuhkan dukungan dana untuk penanganan sampah pesisir, silakan saja menyampaikan usulan atau permintaan kepada pemprov. Sebab, pihaknya selama ini mengeluarkan dana sesuai permintaan daerah. Setiap daerah memiliki permintaan daftar prioritas. Tak menutup kemungkinan untuk meny ampaikan permohonan dana penanganan sampah pesisir dalam daftar prioritas daerah. "Pilihan itu sesuai dengan permohonan mereka. Kalau mereka tidak memohon mungkin sudah ada atau terlalu banyak prioritasnya," tutur dia. Sementara itu, Kepala P3E Kalimantan Mini Farida Farhum mengatakan, sebenarnya sampah pesisir berasal dari beberapa daerah di sekitarnya. Dia berpendapat, solusi yang utama perlu pengelolaan sampah dari sumber. Jika itu terjadi, Mini yakin tidak ada sampai di pesisir. Kemudian, nelayan atau o rang di darat mampu mengelola sedekat - dekat dari sumber, maka tidak ada sampah terbuang ke sungai maupun laut. P3E Kalimantan telah menyiapkan program untuk mendukung gerakan tersebut. "Kami akan membuat fasilitator - fasilitator wilayah pesisir," ujarnya. M ereka menjadi motivator untuk pengolahan sampah di wilayah. Mini bercerita, fasilitator ini orang yang turut berada di daerah masing - masing. Bukan lagi rekrut orang dari luar. Pihaknya akan memberi edukasi bahwa sampah bisa bernilai ekonomi dari proses pem ilahan. Bahkan bisa menjadi penghasilan. "Misalnya botol air mineral bisa untuk daur ulang atau dijual kembali ke produsennya," tutur dia. Apalagi ada peraturan pemerintah bahwa produsen wajib mengambil sampahnya kembali. Salah satunya dengan cara gerakan masyarakat yang mengumpulkan. Kemudian dijual kembali ke produsen tersebut. "Penanganan sampah seperti ini butuh peran seluruh stakeholder dan masyarakat. Terutama gerakan mengolah sampah dari sumber," tandasnya. (ms/k8) DINA ANGELINA dinaangelina6@gmail.com https://kaltimpost.jawapos.com/balikpapan/01/04/2023/butuh - kerja - sama - antardaerah - tangani - sampah - pesisir Page 15 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 Proyek ITF Sunter. ©2022 Merdeka.com/Lydia Fransisca JAKARTA | 4 April 2023 12:43 Reporter : Lydia Fransisca Merdeka.com - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta S. Andyka mengungkapkan, ad a sosok Komisaris yang berperan sebagai Direktur Utama (Dirut) di PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Andyka menilai, hal ini mengakibatkan proyek pengelolaan sampah ITF Sunter kembali mangkrak. "ITF Sunter ini sudah harus berjalan secara maksimal. Tetapi ternyata dilakukan pengulangan - pengulangan (tender) kembali dan saat ini belum ada kejelasan. Kenapa? Karena adanya intervensi yang berlebihan dari Komisaris," kata Andyka kepada merdeka.com , di Ruang Komisi C DPRD DKI Jakarta, Senin (3/4). by Taboola Andyka menambahkan, ia mendapatkan kabar bahwa pembangunan ITF Sunter akan dialihkan ke Jakarta Barat. Padahal, pembangunan ITF yang disetujui DPRD dan masuk dalam Proye k Strategis Nasional (PSN). "Jakarta Barat ini bukan tempatnya yang disepakati di rapat kerja. Bukan di Jakarta Barat tapi ITF Sunter. Kenapa ITF Sunter mesti dialihkan ke Jakarta Barat?" ujar Politikus Gerindra ini. BACA JUGA: DPRD DKI Soroti Tarif Teri ntegrasi & Pencopotan Dirut: Ada Apa dengan JakLingko?DPRD Minta Heru Sanksi Tegas Pejabat Pemprov DKI yang Pamer Kekayaan ITF Jakarta Barat, menurut Andyka, belum siap untuk menjadi lokasi pengolahan sampah. Pasalnya, masih ada persoalan terkait kepemilikan lahan tanah. Sedangkan, lahan yang digunakan untuk ITF Sunter adalah tanah Pemprov DKI. "Hal lain, untuk Jakarta Barat , komposisi saham yang kita miliki hanya 25 persen. Ini sangat tidak menguntungkan buat kita. Ini beda dengan ITF Sunter yang dengan perjanjian dengan PLN juga sudah berjalan," kata Andyka. "Yang sudah siap adalah ITF Sunter. Prosesnya sudah berjalan tapi karena ada oknum yang masuk ke persoalan teknis sehingga hal ini terhambat, tiba - tiba muncul kalimat bahwa yang akan dijalankan di Jakarta Barat," sambungnya. Sebelumnya, Andyka mengatakan, ada Komisaris yang bekerja tumpang tindih dengan Direktur Utama ( Dirut). Sosok tersebut berada di dalam PT Jakarta Propertindl (Jakpro). Page 16 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 BACA JUGA: DPRD Dalami Laporan Pertanggungjawaban APBD 2022 Pemprov DKI Hari IniBulan Film Nasional Batal Digelar Gara - Gara Izin Pakai TIM Terhambat "Ada BUMD yang seksi. Jakpro ya. Ada komisaris rasa direktur utama, komisaris rasa direktur utama," kata Andyka saat rapat laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) anggaran 2022 di Ruang Komisi C DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (3/4). Andyka mengungkapkan, komisaris ini kerap mengintervensi kerja Dirut, mengerjakan hal yang bukan tugas dan fungsinya. "Saya baru dengar juga ada beberapa BUMD yang sangat - sangat luar biasa. Ada komisaris yang mengintervensi masuk ke masalah teknis bukan ranahnya," ujar Andyka. Lebih lanjut, Andy ka menyebut bahwa ia sudah menyampaikan hal ini kepada Sskretaris Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Fitria Rahadiani untuk ditindaklanjuti. BACA JUGA: Tak Hadir Paripurna hingga Dikritik NasDem, Pj Gubernur DKI Ternyata SakitKPK Diminta P eriksa Pejabat Dishub DKI yang Istrinya Pamer Barang Mewah "Saya udah cerita sama Bu Fitria, 'Bu ini kok hebat sekali ada Komisaris serasa Dirut. Hebat sekali ada Komisaris serasa Komisaeris Utama sampai Komisaris Utama harus didemo supaya dapat posisi Komisaris Utama. Apa namanya?" ucap Andyka. Sayangnya, Andyka tidak menyebut nama Komisaris yang dimaksud. Meskipun demikian, ia meminta Kepala BP BUMD Nasruddin Djoko Surjono untuk menyelesaikan dan menindaklanjuti permasalahan ini. "Saya minta B P BUMD, banyak PRnya dalam membenahi masalah ini. Pak tertibkan ini Pak Djoko. Tertibkan, rapikan hal - hal seperti ini supaya tida terjadi over lap. Kalau Bapak tidak tertibkan kami akan berbicara di luar melalui, jalur media," tambah Andyka. (mdk/ray) Bac a juga: DLH DKI Ungkap Alasan Jokowi Turun Tangan Minta ITF Sunter Diselesaikan Mitra Baru untuk Proyek ITF Sunter Tak Kunjung Ada, DKI Tagih ke Jakpro Sederet Proyek DKI Peninggalan Anies yang Jadi Sorotan era Heru Budi DKI Ungkap Pergantian Direksi Jakp ro Salah Sebab Terhambatnya ITF Sunter DKI Mau ITF Beres Tahun Ini, Desak Jakpro Segera Putuskan Mitra Baru BACA JUGA: Rapat LKPJ, NasDem Merasa Terzalimi Karena Pj Heru Absen dan Diganti DeputiPSI Nilai 20 Pejabat Pemprov DKI Dirotasi untuk Menyesuaikan Gaya Kepemimpinan Heru DPRD DKI Jakpro Proyek ITF Sunter https://www.merdeka.com/jakarta/dprd - dki - ungkap - komisaris - rasa - dirut - di - jakpro - bikin - proyek - itf - kembali - mangkrak.html Page 17 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 Kompas.co m - 06/04/2023, 16:29 WIB Sulih Warti (75) saat berada di depan rumahnya yang hampir 80 persen dipenuhi dengan sampah. (DOK. Istimewa) Penulis Baharudin Al Farisi | Editor Jessi Carina JAKARTA, KOMPAS.com - Adik Sulih Warti (75), Sulih Tiyowati menceritakan tentang kepeduliannya kepada kakaknya yang hidup belasan tahun terakhir atas tumpukan sampah di rumahnya. Untuk diketahui, rumah Tiyowati dan Warti sangat berdekatan. Jaraknya hanya satu meter. Tetapi, kediaman Tiyowati sangat berbe da dengan Warti yang 80 persen dipenuhi sampah. "Kalau saya ini, 'Bude bawa apa? Kok ambil sampah' marah dia. 'Untuk apa sampah? Kotor, bikin sarang penyakit', 'itu karena kotor Bude. Jangan membakar sampah, jangan ambil sampah. Seandainya bude ingin dijual, ambil saja botol bekas, jangan yang lain'," ungkap Tiyowati kepada Kompas.com, Rabu (5/4/2023). "Marah dia, saya dimaki - maki. 'Memang kamu bisa membahagiakan saya? Kasih sepenuhnya? Kamu kan kasih cuma sekadar'. Ya saya keterbatasan saya ju ga. Karena kan yang diurus bukan Bude Sulih Warti saja," ucap Tiyowati melanjutkan. Page 18 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 Baca juga: Nenek 75 Tahun Bertahan Hidup di Atas Tumpukan Sampah, Setiap Hari Diberi Makan Sang Adik Sebagai adik, Tiyowati sudah berupaya memberikan perhatian penuh ke pada Warti meski dianggap kakaknya tidak peduli. "Kalau Lebaran, saya beliin baju. Nanti dipakai sekali, entah ke mana, entah dibuang. Saya memperhatikan, ya sebatas kemampuan saya," kata Tiyowati yang seketika menangis. Prinsip Tiyowati, kebahagiaan k eluarga dan saudara merupakan hal yang utama dan dia akan memperjuangkan semampunya. Lalu pertanyaannya, kenapa Warti tidak tinggal dengan Tiyowati? Bukan tidak mengajak, Tiyowati sudah menyerukan kepada Warti berkali - kali. Tetapi, memang kakaknya itu me nolak. "Iya (ajak berkali - kali). Cuma dia enggak mau. Bahkan, saya bilang, 'kalau enggak mau (tidur) di dalam, di teras saja'. Nah, dia enggak mau. Masuk lagi situ (rumah bertumpuk sampah), tidur," katanya. Baca juga: Bagini Awal Mula Sulih Warti Kumpu lkan Sampah hingga Menumpuk di Semua Ruangan Rumah Rumah bertumpuk sampah Kondisi salah satu rumah di Kompleks Deperla Blok H.10, RT 007/RW 14, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara yang ditinggali Sulih Warti (75) terlihat memprihatinkan. Pasalnya, hampir 80 persen bagian rumah tersebut dipenuhi berbagai macam sampah, mulai dari kering hingga basah. Sulih Warti yang merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara itu sudah tinggal di rumah tersebut tanpa aliran listrik dan air sejak belasan tahun te rakhir. Berdasarkan pantauan Kompas.com, sampah - sampah benar - benar memenuhi hampir seisi rumah. Bahkan, pintu depan rumah tersebut juga sudah banyak tumpukan sampah sehingga harus merayap untuk memasukinya. Baca juga: Sulih Warti Belasan Tahun Hidup di Atas Tumpukan Sampah, Tidur Bersama Tikus dan Belatung Setiba di ruangan utama, posisi badan harus menunduk agar tidak mengenai plafon rumah. Rasanya sangat sulit untuk memindahkan kaki karena pijakan tidak rata. Tembok rumah dengan cat hijau tampak ter kelupas. Hawanya pun terasa sangat lembab karena ventilasi udara sangat minim di rumah ini. Sampah - sampah yang ada di sana mulai dari gelas plastik, kaleng, besi bekas, perabotan rumah, styrofoam, kertas, kulkas, rice cooker, lemari, dan lain - lain. Page 19 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 Terka dang, di balik sampah - sampah tersebut, ada serangga seperti nyamuk, belatung, kelabang, hingga tikus. Bahkan, ada satu pohon beringin besar yang tumbuh di salah satu ruangan. Pohon tersebut tembus ke atap rumah Sulih Warti. Hingga saat ini, sampah - sampah t ersebut sudah mulai diangkut oleh para kreator konten yang tergabung di dalam perkumpulan Creator Peduli dan Creator Bersatu. Mereka sudah mulai bekerja mengangkut sampah dalam rumah Sulih Warti sejak Senin (3/3/2023). Tag sulih warti belasan tahun hid up di rumah penuh sampah sulih warti nenek 75 tahun tinggal di tumpukan sampah nenek hidup di tumpukan sampah Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tangisan Adik Nenek yang Tinggal di Tumpukan Sampah, Berkali - kali Ditolak Tinggal Bersama", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2023/04/06/16291211/tangisan - adik - nenek - yang - tingga l - di - tumpukan - sampah - berkali - kali - ditolak?page=all Devi Puspitasari - detikNews Jumat, 07 Apr 2023 18:49 WIB Pengolahan sampah plastik di Cisalak, Depok, Jawa Barat, dikeluhkan warga sekitar 7 April 2023. (Devi Puspitasari/detikcom) Jakarta - Terdapat lapak pengelolaan sampah plastik di dekat permukiman warga di Jl Banteng, Cisalak, Depok. Warga mengaku khawatir lokasi Page 20 of 156 Plastik & Sampah: Pantauan April 2023 pengepul berimpitan dengan warga itu dapat menye babkan kebakaran. Mereka menyampaikan keluhan akan tempat pengolahan sampah itu. Pantauan detikcom di Jalan Banteng RT 05 RW 01, Cisalak, Depok, Jumat (7/4/2023), terlihat sampah plastik itu menggunung melebihi genting rumah warga. Tampak kumpulan sampah plastik itu berimpitan langsung dengan rumah warga setempat. Baca juga: TPS Ilegal Pondok Cabe Udik Disegel Pemkot Tangsel Salah seorang warga bernama Devita (31) mengaku khawatir terjadi kebakaran. Devita mengatakan, pada Oktober 2022, sudah pernah terjadi kebakaran di lokasi pengolahan sampah plastik itu. Untungnya, kata Devita, kebakaran itu tidak begitu besar. "Takut kalau kebakaran. Kan dulu pernah kejadian sekitar bulan Oktober, tapi itu di - keep sendiri karena nggak begitu besar. Amit - am it, ya," kata Devita saat ditemui detikcom, Jumat (7/4/2023). Pengolahan sampah plastik di Cisalak, Depok, Jawa Barat, dikeluhkan warga sekitar. 7 April 2023. (Devi Puspitasari/detikcom) Baca juga: Pemkot Minta TPS Ilegal Pondok Cabe Udik Ditutup, Pemili k Menolak Devita menyampaikan keluhan - keluhannya, yaitu muatan truk yang lalu lalang di dekat rumahnya itu sangat membahayakan anak - anak. Terlebih, kata Devita, truk itu melebihi kapasitas atau overload sehingga khawatir menimpa dan menabrak warga. "Itu anak - anak main di bawah, keponakanku udah hampir ketabrak truk besar - besar banget karena ngelebihin muatannya lagi. Terus nyamuk, itu kan sampah plastik, pengelolaan terbuka. Hujan itu kan nampung di air plastik, itu kan yang bikin jentik - jentik. ini kalau malam nyamuk luar biasa," ungkapnya. Baca juga: Warga Ngeluh Bau Sampah di Pinggir Tol Pondok Cabe: Sudah Kayak Bantargebang Dirinya mengaku merasa terganggu oleh suara musik yang disetel oleh para karyawan di tempat pengolahan plastik itu. Sebab, menurutnya, aktivitas pengelola itu dari malam hingga pagi. "Kalau misalnya truk baru datang, dia nurunin barang itu kan segembel itu, kayak sudah dipres, diturunin itu kan berpuluh - puluh kilo itu sampai malam. Aktivitasnya malam sampai pagi. Ya musik dan gdutnya sampai pagi, suara mesinnya sampai pagi," ungkapnya. Pengolahan sampah plastik di Cisalak, Depok, Jawa Barat, dikeluhkan warga sekitar. 7 April 2023. (Devi Puspitasari/detikcom) Deswita menyebut sudah ada teguran personal dari warga kepada pemilik